METAMORPOSIS SYI’AH: ANTARA POLITIK, MAZHAB, TEOLOGI DAN KONSEP NEGARA TEOKRASI

The Metamorphosis of Shia: Between Politics, Schools, Theology and the Concept of a Theocratic State

Authors

  • Tabhan Syamsu Rijal Universitas Bosowa, Makassar
  • Rahmi Dewanti Palangkey Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.47323/ujss.v2i2.146

Keywords:

Syi’ah, Sunni, Politik, Mazhab, Teologi, Wilayah al-Faqih

Abstract

Syiah sebagai sebuah aliran teologi yang meyakini kemaksuman para Imam Dua Belas dari keturunan Rasulullah Saw telah menimbulkan pertentangan teologi di kalangan umat Islam, khususnya aliran Sunni yang dari awal sejarah Islam telah menentang kemaksuman selain Rasulullah Saw. Pergesekan antara Syiah dan aliran lain dalam Islam bukan saja karena pertentangan teologi, tapi diawali oleh perbedaan politik dan aliran mazhab yang semakin mempersempit gerakan penyatuan umat Islam hingga dewasa ini. Dalam membangun kepercayaan di kalangan umat Islam, kaum elit Syiah menyodorkan konsep politik teodemokrasi yang disebut wilayah al-Faqih yang tentu saja masih menjadi tanda tanya bisa tidaknya diadopsi di luar dari wilayah Syiah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik dengan pendekatan library research yang terfokus pada studi naskah dan teks dari berbagai literatur mengenai perkembangan Syiah secara politik, mazhab dan teologi serta fakta-fakta tentang konsep politik teodemokrasi Wilayatul al-Faqih yang menjadi idiologi politik Syiah saat ini. Hasil penelitian ditemukan bahwa perbedaan aliran politik, mazhab dan teologi antara Syiah dan Sunni secara khusus semakin memperluas pertentangan antar mazhab dan menciptakan sensitivitas antar pemeluk agama Islam, dan pada yang saat yang sama mendapatkan penolakan keras atas konsep politik teodemokrasi wilayah al-Faqih jika berusaha diterapkan di luar wilayah mayoritas Syiah. Implikasi dari penelitian ini adalah : 1) Upaya pembuktian tentang kebenaran doktrin mazhab tertentu dan batilnya doktrin mazhab lainnya sudah harus dihindari, sebab doktrinitas agama adalah wilayah sakral dan sangat sensitif, sehingga persinggungannya bisa mengantarkan peperangan. 2) Terdapat pihak tertentu semakin memperuncing konflik historis Sunni-Syi’ah yang tidak lagi relevan untuk diungkit, baik karena rentang waktunya yang cukup panjang hingga 14 abad yang lalu, juga mustahil untuk dikembalikan haknya jika terdapat hak yang dirampas. 3) Pentingnya membangun kesepahaman pandangan antarpemeluk mazhab tentang umat yang satu, diikat oleh keyakinan akan Tuhan, Nabi dan al-Qur’an yang sama, sehingga segala perbedaan bisa ditanggalkan. Dan kepada seluruh pemeluk mazhab untuk menunjukkan komitmen menghormati idiologi dan simbol-simbol yang disakralkan oleh masing-masing faksi serta mengedepankan politik koeksistensi yaitu;  hidup berdampingan secara harmonis, menerima perbedaan furu’iyah atau bahkan akidah serta berinteraksi satu sama lain atas dasar mutual interest (kepentingan bersama).

References

Al-‘A>mili, Malik, Ittifa>q al-Kalimah baina Ulama> al-Ummah ala al-Wilayat al-Fakih al-Ammah, Beirut: Dar al-Hadi, 2006

Al-Asqalani, Ibnu H}ajar, Muqaddimah Fath}u al Ba>ri, Jilid 1, Qa>hirah: Da>r al-Risa>lah, 2013.

............Ibn Ḥajar, Tahdhīb al-Tahdhīb, jilid I, Qahirah: Dār al-Kita>b al-Islāmī, 2004

Al-‘Asal, Muh}ammad Ibra>hi>m, al-Syi>’ah al-Isna ‘Asyariyyah wa Manhajuhum fi> Tafsi>r al-Qur'a>n al-Kari>m, Mis}r: Da>r Mans|}u>r, 2007.

Al-Asy'ari, Abu> al-H}asan bin Isma>'il , Maqa>la>t al-Isla>miyyi>n Wa ikhtila>f al-musallin, Qahirah: al-Nahdah, 1969.

Al-Daury, Muh}ammad ‘Abdul ‘Azi>z, Muqaddimah fi> al-S}adr al-Isla>m, Beiru>t: Markaz Dira>sat al-Wih}dah al-Isla>miyah, 2007.

Al-Gitā, Muh}ammad Ka>s}i>f, As}lu al-Syi’ah wa Us}u>luha, Beirut: Da>r al-Adwā, 1991.

Al-Musawi, Muhammad, Maz}hab Syi’ah: Kajian al-Qur'an dan Sunnah, Bandung: Muththahari Press, 2005.

Al-Nasyar, Ali Sami, Nasy’atu al-Fikri al-Falsa>fi fi> al-Isla>m, Jilid 3, Qa>hirah: Da>rul Maa>rif, 1968.

Al-Nubakhti, Al-H}asan bin Musa, Fira>q al-Syi>’ah, Beiru>t: Mansyu>ra>t al-Rida, 2012.

Al-Razi, Muh}ammad bin Abu> Bakar bin Abdu al-Qadir, Mukhtār as-S}ih}ah , Cet. I, Beirut: al-Maktabah al-As}}riyah, 1995.

Al-Syahrastani, Abu Al-Fath Muhammad bin Abdul Karim, al-Milal wa al-Nihal, jilid 1, Beirut: Dar al-Kutub al-Imiyah, 1992.

Dahal, Abdul Azis (ed.), Ensiklopedi Hukum Islam, jilid 3, Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996.

Jafri, S.H.M, Awal dan Sejarah Perkembangan Islam Syi’ah dari Saqifah sampai Imamah, Jakarta:Pustaka Hidayah, 1989.

Khomeini, Ayatollah, al-Huku>mah al-Isla>miyah, Teheran: Jam’iyah al-Ma’>arif al-Islamiyah, 2011.

Marjuni, Kamaluddin Nurdin, Al-Firaq al-Syi’iyah wa Usuluha al-Siyasiyah wa Mauqif Ahli Sunnah Minha, Kuala Lumpur: USIM, 2009.

Nasution, Harun, Islam ditinjiau dari berbagai Aspeknya, jilid 1, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1980.

Tehrani, Mahdi Hadavi, Wilayah al-Fakih, Terj. Rudy Mulyono, Negara Ilahiyah, Jakarta: al-Huda, 2004.

Tim Ahlulbait Indonesia, Buku Putih Madzhab Syi’ah: Menurut Para Ulama Muktabar, Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia, 2012.

Watt, W Montgomery, Islam and the Integration of Society, London: Routledge, 2008.

Zahrah, Muh}ammad Abu, Tari>kh al-Maz|a>hib al-Isla>miyyah, Beiru>t: Da>r al-Fikr al-‘Arabi, 2008.

Zarkasyi, Hamid Fahmy, Teologi dan Ajaran Syi’ah Menurut Referensi Induknya, Jakarta: Insist, 2014.

Downloads

Published

2021-08-29

How to Cite

Rijal , T. S. ., & Palangkey, R. D. . (2021). METAMORPOSIS SYI’AH: ANTARA POLITIK, MAZHAB, TEOLOGI DAN KONSEP NEGARA TEOKRASI: The Metamorphosis of Shia: Between Politics, Schools, Theology and the Concept of a Theocratic State. Uniqbu Journal of Social Sciences, 2(2), 148–159. https://doi.org/10.47323/ujss.v2i2.146